Di daftar harga, telur dibagi jadi kecil, sedang, besar, dan jumbo. Pembagian itu berdasarkan berat per butir, bukan tampilan cangkangnya.
Ukuran di Pagi Kuning (contoh)
- Kecil: 45–52 g per butir
- Sedang: 53–58 g per butir
- Besar: 59–64 g per butir
- Jumbo: 65 g ke atas per butir
Ini pembagian contoh. Penjual lain bisa memakai batas yang berbeda, jadi “besar” di satu tempat belum tentu sama dengan “besar” di tempat lain.
Cara membandingkan harga
Tanyakan rentang berat tiap ukuran. Lalu hitung harga per butir: harga tray dibagi 30. Kalau mau lebih teliti, hitung juga harga per kilo.
Contoh perhitungan, bukan penawaran harga
| Nama | Berat per butir | Harga tray 30 | Per butir | Per kilo |
|---|---|---|---|---|
| Penjual A | 58–62 g | Rp 49.000 | Rp 1.633 | Rp 27.222 |
| Penjual B | 55–60 g | Rp 47.000 | Rp 1.567 | Rp 27.246 |
Berat dihitung dari tengah rentang (60 g dan 57,5 g).
Penjual B terlihat lebih murah Rp 2.000 per tray. Tapi telurnya lebih ringan, jadi harga per kilonya hampir sama (selisih Rp 24). Kalau hanya melihat harga tray, kamu bisa salah menilai.
Untuk toko kue: samakan ukuran
Resep kue sering menulis jumlah butir tanpa menyebut ukuran. Timbang satu telur yang biasa kamu pakai, lalu pesan ukuran yang beratnya paling dekat. Hasil adonan jadi lebih sama dari hari ke hari.